Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BINA TUNGGAL

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BINA TUNGGAL

STT BT
Kampus

STT Bina Tunggal Kembangkan Work-Based Learning untuk Pekerja Migran

STT Bina Tunggal mengembangkan Work-Based Learning dan IWBLE untuk meningkatkan kompetensi serta daya saing pekerja migran Indonesia di pasar global.

STT Bina Tunggal Kembangkan Work-Based Learning untuk Pekerja Migran

Apa Itu Work-Based Learning?

Mengapa Work-Based Learning Penting bagi Pekerja Migran?

Bagaimana Contoh Penerapan Work-Based Learning?

STT Bina Tunggal Kembangkan Integrated Work-Based Learning Ecosystem

STT Bina Tunggal Perkuat Pendidikan Karakter di Malaysia

Kerja Sama STT Bina Tunggal Berlanjut ke Thailand

Kesimpulan

Work-Based Learning (WBL) menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan STT Bina Tunggal untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja migran Indonesia di pasar kerja global. Konsep ini menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di dunia kerja sehingga peserta dapat memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Pembahasan mengenai WBL disampaikan dalam Seminar Internasional “Integrated Work-Based Learning Ecosystem for Indonesian Migrant Workers: A Human Capital Development Framework” pada 11 Agustus 2026. Seminar tersebut mempertemukan perguruan tinggi dan industri dari Indonesia serta Malaysia untuk membahas pengembangan sumber daya manusia berbasis kebutuhan kerja.

Dalam kegiatan tersebut, STT Bina Tunggal bersama Innovative University College Malaysia juga mendorong pengembangan Integrated Work-Based Learning Ecosystem (IWBLE) melalui riset bersama.

Apa Itu Work-Based Learning?

Work-Based Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menghubungkan teori dengan pengalaman langsung di lingkungan kerja. Melalui model ini, peserta tidak hanya mempelajari materi secara akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan praktik pekerjaan.

WBL dapat diterapkan melalui beberapa bentuk, seperti Work Integrated Learning, Apprenticeship, Experiential Learning, dan Workplace Learning. Pendekatan tersebut membantu peserta mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan profesionalisme sesuai kebutuhan dunia kerja. 

Mengapa Work-Based Learning Penting bagi Pekerja Migran?

Pekerja migran membutuhkan kompetensi yang dapat diakui dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Pengalaman kerja, keterampilan teknis, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menghadapi lingkungan kerja yang terus berubah.

Menurut Benny Tunggul, Ketua LPPM STT Bina Tunggal sekaligus Ketua FKLPID Disnaker Provinsi Jawa Barat, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat menjadi salah satu cara dalam menyiapkan sumber daya manusia di Indonesia agar memiliki kompetensi dan pengalaman profesional yang dibutuhkan pasar kerja global.

Bagaimana Contoh Penerapan Work-Based Learning?

Salah satu contoh yang dibahas dalam seminar Innovative University College Malaysia. Perguruan tinggi tersebut mengintegrasikan materi kuliah dengan pelatihan industri, termasuk pada bidang Culinary Arts dan Hotel Management.

Mahasiswa menjalani magang di sebuah perusahaan, termasuk hotel berbintang tiga hingga lima di Malaysia. Program tersebut dapat berlangsung hingga 24 bulan dengan kurikulum yang disusun bersama industri tempat mahasiswa melakukan magang.

STT Bina Tunggal Kembangkan Integrated Work-Based Learning Ecosystem

Dari pembahasan mengenai WBL, seminar tersebut merumuskan konsep Integrated Work-Based Learning Ecosystem (IWBLE). Konsep ini tidak hanya melibatkan perguruan tinggi dan industri, tetapi juga pemerintah, lembaga pelatihan, perusahaan penempatan, peserta WBL atau pekerja migran, serta platform digital.

IWBLE diarahkan untuk membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, inklusif, adaptif, dan berbasis kolaborasi lintas negara.

Fokusnya mencakup peningkatan keterampilan, pengetahuan, kompetensi, produktivitas, dan inovasi. Manfaat tersebut bagi peserta diharapkan dapat mendukung employability, mobilitas karier, serta kebiasaan belajar sepanjang hayat atau lifelong learning.

STT Bina Tunggal Perkuat Pendidikan Karakter di Malaysia

STT Bina Tunggal juga menjalankan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional bersama Institut Pengajian Tinggi Islam Perlis, Malaysia, dan STIT Al-Quraniyah Manna, Bengkulu Selatan.

Kegiatan di Sekolah Rendah Agama Attarbiyah Al-Islamiyah (SRAATI) Perlis diikuti sekitar 40 guru dan berfokus pada peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan teknologi informasi.

Program tersebut menekankan peran guru dalam membangun literasi digital, etika penggunaan internet, serta keterampilan abad ke-21 di tengah meningkatnya penggunaan teknologi oleh anak dan remaja.

Kerja Sama STT Bina Tunggal Berlanjut ke Thailand

Kerja sama pendidikan STT Bina Tunggal kemudian berlanjut ke Deenul Islamic School, Songkhla, Thailand Selatan, dengan fokus pada penguatan pendidikan karakter. Guru berperan sebagai role model melalui penerapan nilai disiplin, tanggung jawab, kesantunan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga diajak memahami keberagaman budaya dan membangun kemampuan bekerja sama.

Model Islamic Character-Based Holistic Education yang diterapkan mengintegrasikan iman, ilmu, akhlak, disiplin, kemandirian, kepedulian sosial, dan kerja sama. STT Bina Tunggal turut memberikan beasiswa kepada sejumlah siswa.

Kesimpulan

Work-Based Learning yang dikembangkan STT Bina Tunggal menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman kerja untuk mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing pekerja migran Indonesia. Pengembangannya diarahkan melalui konsep Integrated Work-Based Learning Ecosystem yang melibatkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, lembaga pelatihan, dan peserta WBL.

Tertarik mengembangkan kompetensi melalui pendidikan tinggi yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja? Daftar melalui Komunitas Kuliah untuk mendapatkan informasi mengenai program studi di STT Bina Tunggal, jadwal perkuliahan, biaya pendidikan, proses pendaftaran, hingga pilihan beasiswa. Kunjungi website binatunggal.id  dan ikuti Instagram, TikTok, LinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kuliah dan pengembangan karier.

Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan dari informasi yang dipublikasikan oleh EditorPublik.com mengenai pengembangan ekosistem Work-Based Learning oleh STT Bina Tunggal untuk memperkuat daya saing pekerja migran Indonesia. Informasi disusun kembali dengan bahasa yang lebih sederhana dan disesuaikan untuk kebutuhan pembaca Komunitas Kuliah tanpa mengubah substansi utama pemberitaan.